Senin, 02 Desember 2013

Tarian Tradisional

Tarian Tradisional

Untuk melihat atau mempelajari pertunjukan tarian tradisional dan musik dari Minahasa, serta dari daerah lainnya di provinsi Sulawesi Utara, Anda dapat mengunjungi Pusat Kebudayaan Manado
Ada sejumlah tarian tradisional Minahasa. Berikut adalah beberapa diantaranya:

 Kabasaran 
Tarian tradisional Minahasa ini, sama seperti tarian dari Indonesia Timur lainnya. Kabasaran biasanya ditampilkan oleh 30 orang atau lebih. Pada zaman dahulu, tarian ini dilakukan sebelum berangkat perang.

Lenso Sebuah tarian ciptaan baru yang menggambarkan orang-orang muda Minahasa, terutama dalam memilih belahan jiwa (pasangan) mereka untuk mendapatkan masa depan yang cerah.

Maengket 
Tari Maengket adalah salah satu kesenian tradisional Minahasa yang memadukan dua kesenian: menari dan menyanyi. Tarian ini biasanya ditampilkan oleh sekitar 20 sampai 30 orang.

Maengket terdiri dari tiga bagian. Setiap bagian mempertunjukan upacara tradisional Minahasa pada zaman dulu. Bagian pertama: Maowey Kamberu atau upacara panen. Bagian kedua: Marambak atau upacara rumah baru, dan bagian terakhir: Lalaya’an yang menjelaskan bagaimana para pemuda melamar para pemudi selama masa panen berlangsung. 


Tumetenden Tarian Tumetenden adalah sebuah tarian tradisional lokal yang berdasar pada sebuah legenda dari Minahasa. Cerita tersebut berkisah tentang cinta antara seorang pria bernama Mamanua, dan Lumalundung, seorang peri yang turun dari dunia para dewa dengan 8 peri lainnya. Mereka sering pergi ke bumi untuk mandi di Tumetenden. Mamanua, yang tinggal tidak jauh dari tempat pemandian tersebut, mencuri baju Lumalundung agar dia tidak bisa kembali ke kayangan. Mereka pun akhirnya jatuh cinta dan menikah.

Maramba 
Hampir sama dengan Maengket, tari Maramba dipertunjukkan untuk merayakan sesuatu, seperti syukuran atas rumah baru. Biasanya orang “setengah mabuk” juga ikut berbaris bersama, menyanyikan lagu tradisional dan menari di sekitar rumah baru tersebut. 

Tari Pisok Tarian ini menceritakan tentang harmoni kehidupan orang Minahasa yang giat dan mempunyai semangat untuk saling bergotong-royong.

Musik Tradisional 
Kolintang 
Kolintang adalah musik tradisional dari Sulawesi Utara yang dibuat dari kayu dan biasanya dimainkan oleh enam orang.

Musik Bambu 
Festival tahunan biasanya diselenggarakan di sejumlah daerah di Minahasa untuk menjaga kesenian Musik Bambu ini tetap hidup. Alat-alat musik yang dimainkan adalah: suling, saksofon, klarinet, korno, bas, drum, dll. Biasanya alat-alat musik bambu ini dimainkan oleh sebuah kelompok yang terdiri dari 45 sampai 50 orang, yang mengenakan pakaian tradisional.

Musik Bia
Bia adalah sejenis kerang atau keong yang hidup dilaut. Sekitar tahun 1941 seorang penduduk Desa Batu Minahasa Utara menjadikan kerang/keong sebagai satu tumpukan musik. Musik bia akhirnya telah menjadi salah satu seni musik tradisional yang turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kota Manado. Dengan hadirnya musik ini pada pagelaran kesenian dan acara tertentu, telah menimbulkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.

Minggu, 01 Desember 2013

Mengenal Budaya Manado Dan Pariwisata

Pariwisata

Sebagai salah satu kota yang besar, Manado mempunyai tempat pariwisata yang indah, yang dapat menarik hati pengunjung, salah satunya pulau Bunaken yang menyediakan keadaan alam yang indah, salah satunya pengunjung dapat berinteraksi dengan alam dengan Snorkling dan Selam Scuba, dan masih banyak lagi tempat wisata yang menarik di Manado contoh nya : Danau Tondano,Gunung Lakon,Gunung Klabat,Gunung Mahawu,Manado Lama,Makam pahlawan Diponegoro etc
Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh  menjadi salah satu andalan perekonomian kota. Primadona pariwisata kota manado bahkan Provinsi Sulawes Utara adalah Taman Nasional Bunaken yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. taman laut Bunaken adalah salah satu dari sejumlah kawasan konservasi alam atau taman nasional di indonesia. Taman laut Bunaken terkenal oleh terumbu karangnya yang indah dan luas sehingga banyak di jadikan lokasi penyelaman bagi para turis-turis mancanegara. Pulau Bunaken adalah salah satu dari 5 pulau yang tersebar beberapa kilometer dari pesisir pantai kota manado letaknya yang hanya sekitar 8Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam sekitar 2jam, menyebabkan Taman Nasional ini mudah di kunjungi.

Suku Bangsa

Saat ini mayoritas penduduk kota Manado Berasal dari suku Minahasa karena wilayah Manado merupakan berada di tanah/daerah Minahasa. Penduduk asli minahasa antara lain : Suku Sangkir,Suku Gorontalo,Suku Mangondow,Suku Arab,Suku Babontehu,Suku Talaud,Suku Tionghoa,Suku Siao,Suku Borgo